Header Ads

T Ronggolawe, Pejuang Pelajar Milik TNI yang Punya Kemampuan Tempur Hebat





Dalam sejarahnya, pejuang kemerdekaan tidak hanya berasal dari kaum dewasa saja. Pelajar atau pemuda negeri ini sama-sama berjuang untuk kemerdekaan negeri ini. Mereka mau terjun ke medan perang dan mengorbankan nyawanya di garis depan meski masih muda dan tidak memiliki masa depan yang sangat cerah.


Salah satu pejuang pelajar yang ada di negeri ini dan nyaris dilupakan adalah T Ronggolawe. Barisan pejuang ini memiliki usia yang masih sangat muda. Meski demikian, mereka memiliki kemampuan tempur hebat dan mampu berperang dengan maksimal dalam menekan penjajah. Berikut kisah tentang pejuang T Ranggalawe.


Latar Belakang Dibentuknya T Ronggolawe


Setelah Jepang akhirnya kalah perang dunia II, mereka masih saja susah untuk keluar dari Indonesia. Akibatnya perang besar pernah terjadi seperti Pertempuran Lima Hari Semarang yang memakan banyak sekali korban. Dalam perang itu, ratusan pelajar negeri ini ikut gugur dengan semangat mempertahankan negeri yang sangat berapi-api.


Latar Belakang Dibentuknya T Ronggolawe [image source]
Melihat fakta yang menyedihkan ini, pentolan-pentolan militer bernama Jenderal Mayor Djatikusumo. Dia melihat terlalu banyak pelajar yang meninggal dunia tanpa latihan perang yang bagus. Dari sini, jenderal ini punya ide untuk membuat sebuah satuan pasukan dari pelajar, tapi dalam posisi cadangan. Mereka akan dibekali ilmu militer dan dipersiapkan jika sewaktu-waktu ada perang besar.


Pembentukan SOT untuk Pasukan Perang


Huruf T di depan kata Ronggolawe melambangkan kata Tjadangan atau Cadangan. Mereka dipersiapkan untuk perang tapi tidak berada pada pasukan utama. Untuk menjembatani ini, Jenderal Mayor Djatikusumo membentuk SOT atau Sekolah Opsir Tjadangan. Para pelajar yang mau ikut berjuang dalam membela NKRI diperkenankan masuk dan menjalani pelatihan militer selama 18 bulan.


Jenderal Major Djatikusumo [image source]
Dalam pelatihan ini, setiap pelajar yang memiliki usia 20-21 tahun atau pada jenjang kelas 3 SMA akan digembleng strategi tempur. Mereka diajari banyak hal termasuk termasuk strategi gerilya dan penggunaan senjata. Setelah melakukan pelatihan para pejuang cadangan ini akan diminta kembali ke rumah dan harus siap jika sewaktu-waktu dipanggil.


Misi T Ronggolawe dalam Agresi Militer Belanda


Saat pecah agresi militer Belanda pada tahun 1947, pasukan clash 1 segera diperintah untuk melakukan misinya. Melalui panggilan RRI, Jenderal Mayor Djatikusumo mulai memanggil semua perwira muda ini. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, para tentara ini segara berkumpul dengan kompinya dan menyebar ke beberapa wilayah seperti Magelang, Yogyakarta, Klaten, hingga Malang.


Misi T Ronggolawe [image source]
Para tentara pelajar ini sudah paham apa yang harus dilakukan. Mereka sudah memiliki tugas individu apakah kelak akan menjadi ahli gerilya dengan menyusup ke lokasi musuh dan bersiap menyerang. Mereka juga paham kalau ditugaskan sebagai mata-mata dan mengirimkan info, persiapan untuk mempertahankan rakyat hingga bumi hangus.


Kecintaan T Ronggolawe Pada Negeri


Yang membuat satuan cadangan ini sangat istimewa adalah keloyalan mereka pada negeri ini. Bagi pasukan T Ronggolawe, NKRI adalah harga mati. Mereka mau dipanggil kapan saja sesuai dengan keinginan dari petinggi. Selama penjajah masih ada di negeri ini, mereka mau mengorbankan apa saja termasuk masa depan dan nyawa mereka yang sangat berharga.


Kecintaan T Ronggolawe Pada Negeri [image source]
Setelah peperangan usai dilakukan, para pejuang ini diperkenankan kembali menjadi pelajar. Mereka diwajibkan lagi untuk menyelesaikan SMA atau melanjutkan ke perguruan tinggi hingga akhirnya bisa lulus dan mengabdi kepada negeri yang berharga ini.


Inilah sekilas ulasan tentang pasukan T Ronggolawe yang sangat hebat. Meski mereka hanya pelajar, didikan militer dan strategi perang membuat mereka susah untuk ditumbangkan. Bravo T Ronggolawe yang berjuang demi NKRI.


 



No comments:

Powered by Blogger.