Header Ads

4 Raja Romawi Ini Terkenal dengan Kelakuannya yang Tidak Waras



Keberadaan seorang pemimpin di suatu negeri diharapkan bisa menjadi sosok bijaksana dan melindungi. Perannya memang begitu penting dalam mengatur perekonomian negara dan kesejahteraan rakyat. Kalau ia bisa mengemban negaranya dengan kearifan dan mengutamakan rakyat, tentu negaranya bakal makmur. Namun jika pemimpin tersebut memiliki pribadi yang sebaliknya, bisa dipastikan rakyatnya akan kecewa bahkan sengsara.


Mumpung situasi negara kita sedang sangat sensitif, mari sedikit belajar dari kisah pemimpin-pemimpin bangsa Romawi. Tercatat dalam sejarah bahwa bangsa ini pernah dipimpin oleh beberapa kaisar dengan tingkah-tingkah mereka yang tak sepatutnya. Dan berikut ini adalah beberapa nama Kaisar yang namanya tak akan terlupakan di benak masyarakat Romawi, bahkan mungkin dunia.


Elagabalus yang Menikah dengan Pria dan Wanita


Sejatinya Elagabalus bukan keturunan langsung dari Kaisar sebelumnya. Ia berhasil naik tahta berkat skenario yang diatur oleh sang nenek, Julia Maesa. Diangkatnya pria ini menjadi Kaisar memang tak lepas dari kontroversi, sebab saat itu Elagabalus masih berusia 14 tahun. Dalam sejarah, tercatat Elagabalus menikah dengan lima orang wanita, dan seorang pria. Kelakuan anehnya ternyata lebih dari itu, sebab Elagabalus pernah mencari seorang dokter yang bisa mengubahnya menjadi seorang perempuan.


Ilustrasi [Image Source]
Tak cukup membuat rakyat Romawi terheran dengan tingkahnya, Elagabalus bahkan pernah melepaskan hewan-hewan buas di tengah para tamunya yang sedang makan malam. Menyadari keanehan sang cucu yang tak lagi dipandang pantas untuk menjadi pemimpin, Julia Maesa pun memilih cucunya yang lain untuk naik tahta. Sementara Elagabalus dibunuh di usianya yang ke-18, dan mayatnya dibuang ke sungai.


Nero yang Tega Membunuh Ibunya Sendiri


Sama seperti Elagabalus, Nero pun bukan seorang keturunan langsung dari Kaisar sebelumnya. Nero bisa diangkat sebagai Kaisar berkat kelicikan yang dilakukan sang ibu, Agrippina Minor yang memanfaatkan kecantikan untuk menggoda Kaisar sebelumnya. Usaha tersebut rupanya berhasil, ia sukses menjadi permaisuri dan meracuni sang Kaisar. Nero pun akhirnya diantar menuju singgasana tertinggi di Rowawi.


Kaisar Nero [Image Source]
Bisa jadi Nero menjadi penguasa saat itu, namun justru Agrippina yang bertingkah seperti Raja. Keberatan dengan sikap ibunya yang sok berkuasa, Nero pun merencanakan pembunuhan terhadap ibunya sendiri. Sebelumnya Nero membuat trik agar kapal yang ditumpangi ibunya tenggelam di sebuah pelayaran, namun ternyata ibunya berhasil selamat. Agrippina pun mengirimkan surat untuk Nero. Mengetahui sang ibu masih hidup, Nero pun menyebar fitnah dengan meletakkan belati pada surat tersebut dan mengatakan bahwa ibunya ingin membunuhnya. Karena hal itu, sang ibu pun akhirnya mati dieksekusi.


Caligula si Kaisar yang Mengangkat Kuda Sebagai Penasehat


Tujuh bulan pertama masa pemerintahan, Caligula termasuk pemimpin yang dicintai. Ia banyak melakukan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Tiba-tiba saja Caligula jatuh sakit, yang kemungkinan diracuni. Caligula berhasil sembuh, namun kelakuannya pun berubah drastis. Caligula mengasingkan dan juga mengeksekusi orang-orang yang ia curigai, termasuk orang terdekatnya.


Ilustrasi [Image Source]
Hal gila lain yang dilakukan Caligula adalah mengangkat kuda kesayangannya menjadi konsul dan memperlakukannya seperti seorang manusia. Tak cuma sampai di sana, ia juga memaksa para warga sipil untuk partisipasi dalam Circus Maximus. Caligula melihat orang-orang tersebut dimakan oleh singa.


Kaisar Tiberius Sang Pedofilia


Sosok pemimpin satu ini juga tak kalah gila. Dalam masa kepemimpinannya, ia tak peduli dengan pekerjaan. Yang ia nikmati hanya kemewahan sebagai Kaisar. Rakyat membencinya, namun ia tidak peduli dengan hal itu. Kaisar Tiberius bahkan tak peduli lagi pada negaranya. Hingga akhirnya ia pergi ke Pulau Capri dan mendirikan patung Guard, Lucius Sejanus.


Ilustrasi [Image Source]
Saat berada di Pulau Capri, ia memiliki villa yang besar dan mewah. Di sana adalah tempat untuk memanjakan nafsu pedofilianya. Di sana, ia kerap berenang dengan bayi telanjang. Ia juga memperkosa balita dan juga laki-laki usia muda. Hubungan dengan anak di bawah umur merupakan hiburan kegemarannya, dan ia memang tak tercatat menyakiti pada pemuasnya, namun tetap saja kelakuannya disebut gila.


Kelakuan tidak masuk akal para Kaisar Romawi di atas memang sudah di luar batas etika seorang pemimpin. Begitu amit-amit membayangkan kita jadi rakyatnya. Dan sepertinya, kita patut bersyukur karena sepanjang sejarah, masyarakat Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang cakap.


No comments:

Powered by Blogger.